Thursday, March 15, 2018

6 Ciri-Ciri Puber Kedua Laki-Laki dan Perempuan. Anda Harus Tahu!

Anda pasti tahu tentang puber. Puber merupakan perubahan psikis, fisik, dan pematangan fungsi seksual. Dapat dikatakan puber adalah perubahan seorang remaja dari masa anak-anak ke masa dewasa. Tetapi puber ternyata tidak terjadi satu kali, melainkan dua kali.

Puber kedua akan dialami oleh setiap laki-laki maupun perempuan ketika mereka sudah memasuki usia 40 tahun. Banyak yang mengatakan puber kedua hanya dialami oleh laki-laki, padahal tidak. Perempuan pun akan mengalami masa puber kedua. Di katakan semua pria akan megalami puber kedua.



Untuk itu kita akan membahas keduanya. Ketika Anda dan pasangan memasuki masa puber kedua biasanya hubungan rumah tangga akan menjadi rentan. Pasalnya dalam masa ini seorang akan mencari ajti diri yang sesungguhnya.

1. Tumbuhnya Rambut Tambahan
Ketika seorang pria sedang mengalami masa puber kedua, maka perubahan fisik yang cukup terlihat adanya rambut tambahan yang tumbuh lebih lebat dan lebih panjang. Rambut ini biasanya tumbuh dibagian punggung. Terkadang juga rambut ini akan tumbuh di hidung maupun di telinga.

2. Pertumbuhan Fisik
Masa puber selalu dikaitkan dengan masa perkembangan fisik. Biasanya ketika puber seseorang akan mengalami pertumbuhan fisik yang cukup drastis. Hal ini juga akan terjadi baik setiap pria yang mengalami puber kedua. Biasanya pria yang mengalami puber kedua akan membuat bagian tubuh akan cepat berubah dan menjadi tidak seimbang maupun tidak proporsional.

3. Berubahnya Suara
Ketika puber pertama seseorang akan mengalami perubahan fisik yang dan juga berubahnya suara. Hal ini dikarenakan oleh tumbuhnya jakun, sebuah benjolan yang terdapat di tenggorokan. Sehingga menyebabkan suara seseorang menjadi lebih berat dan besar. Di puber kedua, seorang pria akan kembali megalami perubahan suara, namun perubahan yang terjadi suara menjadi lebih dalam.



Baca juga:

4. Senang Berpenampian Modis
Bagi setiap istri pasti akan selalu curiga dengan suaminya yang berubah. Salah satu perubahan yang terjadi bagi pria ketika memasuki masa puber kedua yakni perubahan gaya berpenampilan. Biasanya seorang pria akan senang untuk berpenampilan lebih mods agar tidak terlihat sudah berumur. Hal ini akan terjadi pada pria yang sedang mengalami puber kedua. Mereka akan selektif dalam memilik pakaian dan sangat memperhatikan unsur kerapiannya.

5. Menyisir Lebih Rapih
Seorang pria yang sedang mengalami masa puber kedua akan mencoa tampil lebih rapi dengan cara memperhatikan unsur kerapian pada bagian rambut. Seorang pria yang mengalami puber akan sangat memperhatikan hal ini.

6. Memakai Wangi-Wangian
Hal ini akan membuat Anda sebagai istri curiga terhadap suami. Pasalna, di masa puber kedua seseorang akan lebh sering menggunakan wangi-wangian. Meskipun ia sedang berada didalam rumah. Hal ini akan terjadi, bagi anda sebagai istri tak perlu khawatir. Sebab suami Anda sedang mengalami masa puber keduanya.

Itulah ciri-ciri seorang pria yang mengalami masa puber kedua. Bagi Anda seorang istri jangan khawatir jika suami Anda mengalami perubahan seperti di atas. Sebab itu hanya tanda suami Anda sedang mengalami puber kedua.

Seorang wanita akan mengalami puber kedua dengan mengalami beberapa perubahan. Perubahan-perubahan ini akan terjadi pada wanita.

1. Krisis Waktu Luang
Seorang wanita akan mengalami masa puber kedua di usia 38 tahun hingga 40 tahun. Di masa ini kesibukan seorang wanita biasanya mulai berkurang. Sebab, sebagian anak sudah dewasa. Kehidupan sudah mulai mapan lagi, dan seorang wanita selalu ingin mencari kesibukan lain selain kesibukan rumah tangga.

2. Perubahan Fisik
Perubahan fisik pada wanita di masa puber kedua berbeda dengan laki-laki. Di masa kedua perubahan pada wanita terjadi yang berhubungan dengan hormon. Salah satunya mengalami menopouse.

3. Perubahan Sosial
Wanita akan mengalami perubahan sosial di usianya yang ke 40 dan saat puber kedua. Mereka meras bahwa adanya perubahan dimensi di dalam rumah. Sebab, anak sudah jarang berada di rumah, atau karena anak sekolah di tempat yang jauh. Hal ini akan mempengaruhi psikologis seorang ibu.

4. Ingin Menarik dan Suka Di Puji
Dalam puber kedua seorang wanita juga ingin tampil lebih menarik dan ingin terkesan lebih wah. Ini akan terjadi pada wanta ketika ia mengalami masa puber kedua. Wanita juga akan sangat menyukai pujian ketika ia sudah memasuki puber kedua.




Baca juga:

5. Ketertarikan Dengan Laki-Laki Lain
Hal ini umum terjadi kepada wanita yang sedang mengalami masa puber kedua. Seorang wanita akan mengalami sedikit sedikit memiliki ketertarikan kepada pria selain dari suaminya. Meskipun hal ini tidak terlalu ditonjolkan oleh wanita.

6. Jenuh Dengan Suami
Seorang wanita yang tengah mengalami puber kedua akan jenuh terhadap suaminya. Mereka memiliki hasrat untuk berkenalan dengan pria lain. Tetapi harus hati-hati Anda ketika memasuki masa puber kedua ini.

Source Here


Puber Kedua Dalam Pandangan Medis

Puber kedua sering dipakai untuk menyebutkan keadaan orang-orang paruh baya yang bertingkah laku seperti remaja. Untuk menjawab tentang puber kedua ini, mari kita bahas apa yang dimaksud dengan arti pubertas yang sesungguhnya.
Pubertas adalah masa ketika tubuh sudah matang secara seksual, ditandai dengan kemampuan organ reproduksi yang bisa berfungsi. Perubahan ini dikarenakan pelepasan hormon testosteron oleh testis serta estradiol oleh ovarium.
Selain perubahan fisik, pubertas ditandai dengan perubahan perilaku serta psikologis. Secara psikologis, remaja yang mengalami pubertas akan cenderung lebih agresif dengan mood yang naik turun. Perilaku mereka juga berubah jadi lebih berani mencoba hal baru yang belum pasti baik seperti seks, minuman keras, atau merokok. Pada remaja wanita, pubertas biasanya terjadi pada umur 8-14 tahun serta pada remaja pria pada umur 9-14 tahun.
Lalu bagaimana dengan arti puber kedua yang disebut-sebut dihadapi sebagian orang paruh baya? Puber kedua sesungguhnya tak ada dalam dunia medis. Istilah ini kerap dipakai untuk menyebutkan orang dewasa yang berperilaku selayaknya remaja yang baru memasuki masa pubertas. Beberapa yang tampak yaitu lebih memperhatikan penampilan, perubahan mood yang lebih fluktuatif, stres, rendah diri atau demikian sebaliknya lebih percaya diri, serta lebih agresif.

Puber Kedua atau Perimenopause?

Seorang ahli psikologi menyebutkan pubertas kedua sebagai beberapa masa saat kehidupan seseorang kembali melalui periode ‘badai serta stres’ dibarengi dorongan gairah yang menggelora, pada umur kira-kira 35-40 tahun.
Beberapa orang mengaitkan pubertas kedua dengan saat perimenopause. Perimenopause merupakan masa transisi beberapa tahun sebelum masuk masa menopause. Pada wanita, ini merupakan masa ketika ovarium secara bertahap menghasilkan lebih sedikit estrogen. Masa ini akan terjadi sampai ovarium benar-benar berhenti melepas sel telur serta wanita memasuki masa menopause.
Pada beberapa wanita, masa ini bisa bermula pada umur 30-an atau lebih awal, sementara pada sebagian yang lain pada umur 40-an. Masa ini bisa berlangsung dalam periode waktu yang berbeda-beda pada setiap wanita, yakni sekitar 4-10 tahun.
Secara fisik, mereka bisa alami hot flashes (sensasi panas), kelelahan, haid tak teratur, jantung berdebar-debar, vertigo, berkurangnya tingkat kesuburan, berubahnya hasrat seksual, menyusutnya massa tulang, perubahan kandungan kolesterol, payudara kencang, sindrom pramenstruasi yang memburuk, vagina kering, serta lebih sering buang air kecil.
Tetapi sebagian orang terkadang tak siap menghadapi perubahan psikologis, seperti gejala-gejala berikut:
  • Mood yang berubah secara mendadak
  • Susah tidur
  • Beban pikiran berlebihan
  • Kecemasan
  • Serangan panik
  • Merasa hilang kendali
  • Tiba-tiba menangis
  • Susah berkonsentrasi
  • Kebingungan
Tak semua wanita akan alami seluruh tanda-tanda di atas. Tetapi ini merupakan tanda-tanda umum yang dihadapi rata-rata wanita pada saat perimenopause. Perubahan-perubahan yang tidak diduga serta tak diantisipasi ini bisa membuat seorang wanita yang merasakannya jadi bertanya-tanya apa yang salah dengan dirinya. Tak heran bila ada sebagian orang-orang yang ada pada masa ini alami perubahan tingkah laku serta bisa melakukan beberapa hal yang tidak diduga.
Apa yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala-gejala perimenopause ini? Cara-cara berikut bisa dicoba:
  • Berhenti merokok serta minuman keras.
  • Berolahraga.
  • Cukupi kebutuhan kalsium harian Anda.
  • Jagalah berat badan tetap sehat.
  • Cukupi keperluan istirahat Anda dengan berupaya tidur serta bangun di jam yang sama.
  • Konsultasikan pada dokter apakah Anda butuh mengkonsumsi vitamin.
Apakah gejala-gejala di atas butuh dikhawatirkan? Sebagian wanita bisa menoleransi beberapa perubahan ini sementara sebagian lain bahkan membutuhkan pertolongan medis. Segera periksakan diri ke dokter bila Anda alami beberapa keadaan berikut:
  • Muncul bercak sesudah melakukan hubungan seksual atau di antara periode menstruasi.
    Masa haid Anda berjalan lebih lama, lebih banyak, atau alami pembekuan darah.
    Masa menstruasi Anda datang lebih sering.

Baca juga:

Beberapa hal di atas bisa dikarenakan oleh banyak hal, seperti masalah hormon, kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi, dan beberapa keadaan lain. Akan tetapi walau tingkat kesuburan serta produksi estrogen pada wanita menurun, namun di beberapa masa ini mereka masihlah bisa mempunyai keturunan. Oleh karena itu dianjurkan untuk tetap memakai alat kontrasepsi bila tak merencanakan untuk mempunyai anak.
Source: Here

No comments:

BTemplates.com

Search This Blog

About